Universitas Trunojoyo Madura

TRANSLATOR

Showing posts with label Mesin-mesin Lab. Show all posts
Showing posts with label Mesin-mesin Lab. Show all posts

Saturday, 25 April 2020

On 21:21 by Sisman UTM in ,    No comments
Laboratorium Sistem Manufaktur (Lab. SISMAN) telah membuat berbagai Mesin Ajaib yang tentunya dibuat untuk mengatasi permasalaham yang ada di masyarakat. Salah Satunya yaitu Mesin Hot Press.

Mesin Hot Press merupakan mesin pengolah limbah plastik HDPE (High Desteny Polyethilene) dengan sistem penekanan terotomasi.
Keluarga Laboratorium Sistem Manufaktur terus memperbaiki dari tahun ketahun terus memperbaiki kualitas dari Mesin Hot Press. Hingga saat ini sudah ada 3 Generasi mesin Hot Press dengan output yang dihasilkan berbeda-beda bentuk dan ukuran. 

Bagi kalian yang ingin tau cara kerjanya secara lengkap bisa lihat vidio di akun youtube resmi Lab. SISMAN.




Sunday, 3 March 2019

On 00:18 by Sisman UTM in ,    1 comment

Berbagai perkembangan teknologi yang semakin canggih perlu diikuti dengan mencari peluang didalamnya menjadi usaha baru yang menguntungkan. Salah satu yang bisa dilakukan oleh siapapun dengan membutuhkan ketrampilan yang tidak terlalu banyak yakni salah satnuya dengan membuka usaha sablon kaos. Usaha sablon kaos dengan menghandalkan teknologi dapat membuat meminimalisir pekerjaan operator dari usaha tersebut. Sablon printer DTG merupakan salah satu sablon yang menggunakan teknologi digital yang dinilai lebih praktis dibandingkan dengan sablon kaos konvensional serta dalam mengembangkannya usaha sablon kaos tersebut tidak banyak mengorbankan waktu maupun dari biaya operasional. Keberadaan usaha tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam mengikuti tren fashion yang semakin membumi dikalangan remaja masa kini. 

Teknologi baru dalam dunia sablon yang berupa digital printing semakin mempermudah pelaku usaha sablon dan memperindah hasil sablon. Hasil sablon digital printing terlihat lebih halus, lebih rapih dan tahan lama dibanding dengan hasil sablon yang konvensional atau manual. Usaha ini tergolong usaha yang hanya bisa ditangani oleh orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang mendesain sehingga jarang tiruan usaha seni seperti ini. Hal ini menjadikan pesaing usaha masih sangat sedikit sedangkan peluang usaha sangat besar. Bisnis printing sablon digital yang telah dimodifikasi, dengan menggunakan software Corel Draw, software Photoshop atau software edit photo yang lain dan software Acro RIP yang digunakan untuk mencetak desain yang sudah dibuat di software tersebut yang akan diprint melalui printer dtg sablon kaos. 

Adapun alat-alat yang digunakan dalam membuat produk KASBON (Kaos Sablon) adalah sebagai berikut: 
1. Printer DTG A3. 
2. Press kaos. 
3. Jarum tinta. 
4. Kanebo. 
5. Gantungan baju. 
6. Kertas transfer A3. 
7. Software Acro RIP 
8. Software Photoshop. 
9. Software Corel Draw. 

Bahan yang digunakan dalam membuat produk KASBON (Kaos Sablon) adalah sebagai berikut: 
1. Kaos. 
2. Tinta putih dtg. 
3. Tinta yellow, black, cayn. 
4. Pre-Treatment. 
5. Epoxy. 
6. Tissue. 

Tahapan Produksi 
Skema tahapan pembuatan produk KASBON (Kaos Sablon) adalah sebagai berikut:

Penjelasan skema tahapan pembuatan produk KASBON (Kaos Sablon) adalah sebagai berikut: 
1. Menyiapkan alat dan bahan. 
2. Membuat desain di software photoshop atau corel draw untuk diaplikasi di kaos yang akan di sablon di mesin print DTG. 
3. Mengatur ukuran desain, persen warna yang akan disablon menggunakan software Acro RIP suhu hot press machine sebesar 60 derajat. 
4. Untuk sablon di kaos gelap (hitam) harus dilakukan pre-treatment terlebih dahulu funsinya yaitu sebagai perekat tinta putih yang akan diprint di kaso geap tersebut. Untuk kaos terang langsung ke proses print menggunakan mesin print dtg dan menyesuaikan dengan tatakannya. 
5. Memberikan cairan epoxy agar warna lebih mengkilap dan tahan lama pada saat selesai print KASBON (Kaos Sablon) dari mesin print dtg. 
6. Melakukan pemansan menggunakan mesin press kaos agar tinta kering dan menyatu di kaos tersebut. 
7. Menggantung KASBON (Kaos Sablon) agar kering secara sempurna. 
8. Mengemas hasil dari KASBON (Kaos Sablon) menggunakan mesin print dtg.


Oleh : Kusnadar Sisman

Monday, 11 February 2019

On 23:53 by Sisman UTM in ,    No comments

Tahun ketahun teknologi semakin maju, dengan majunya suatu teknologi maka akan berdampak pada kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Salah satunya sekarang manusia mencetak tidak sekadar hanya dikertas saja, namun sekarang manusia bisa mengaplikasikan imajinasinya dalam bentuk yang lebih nyata. 3D printer jawabannya, yaitu teknologi yang dikembangkan dalam mencetak suatu desain digital menghasilkan suatu produk nyata.

3D printer berbeda dengan printer biasa. 3D printer juga dapat bermanfaat bagi perusahaan, karena 3D printer bisa membuat prototype. 3D printer mempermudah desainer sebab sesudah mendesain objek 3D, desainer dapat langsung mencetaknya dan mengetahui langsung kekurangan yang ada pada desainnya tersebut.

Adanya 3D printer saat ini pembuatan objek 3D dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan mendetail. Selain itu, Dibanding dengan membuat objek secara manual, tentu saja dengan 3D Printer lebih efisien waktu. 3D printer memilki 2 jenis macam yaitu:
1. Direct And Binder Printer 3D
3D printer direct mempunyai cara kerja dengan menggunakan teknologi inkjet. Teknologi ini juga dipakai dalam printer 2D. Perbedaan antara teknologi pada 2D printer dan 3D printer yaitu printer 2D inkjet hanya bergerak maju mundur atau horizontal, sedangkan printer 3Dinkjet juga bisa bergerak vertikal ataupun diagonal sambil mengeluarkan cairan tetapi bukan tinta seperti printer 2D melainkan lilin dan polimer plastik. 
3D printer binder mempunyai cara kerja dengan menggunakan nozel inkjet dalam menuangkan cairan untuk membentuk setiap lapisa. Perbedaan dengan direct yaitu pada bahan yang digunakan dimana binder menggunakan dua bahan yang terpisah yaitu bubuk kering serta lem cair. Cara kerja pada binder pertama punuangan bubuk kering kemudian diberikan lem cair agar terjadi pengikatan. Begitu seterusnya hingga seluruh proses selesai. 
2. Photopolymerization Dan Sintering
Photopolymerization mempunyai mekanisme kerja dengan meneteskan cairan plastik lalu dilanjutkan dengan penyinaran laser berupa ultraviolet. Penyinaran yang terjadi merubah cairan menjadi bentuk padat. Sedangkan Printer 3D jenis sintering dalam proses kerjanya melibatkan partikel padat diberikan proses penyinaran. Dan proses semacam ini biasa disebut dengan Selective laser sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik yang kemudian mencair dan membeku kembali membentuk lapisan dicetak. Jenis sintering sangat kompatibel untuk mencetak benda yang berasal dari logam. Karena proses manufaktur pada logam sering membutuhkan mekanisme dari bentuk padat kemudian cair lalu padat lagi. Dan keuntungan yang dihasilkan dari proses sintering adalah tingkat presisi yang tinggi.

Cara kerja mesin 3D printer secara umum terbagi pada 3 tahapan proses yaitu :
1.  Model objek 3D
Model Objek 3D dibuat menggunakan software khusus untuk model desain 3D yang printernya mendukung contohnya seperti solidwork, catia, delcam dll.
2.  Proses Printing
Apabila desainnya sudah selesai langsung print di 3D printer. Kemudian proses pencetakan dimulai, lamanya proses pencetakkan ini tergantung dari besar dan ukuran model. Proses printing menggunakan prinsip dasar Additive Layer dengan rangkaian proses mesin membaca rancangan 3D dan mulai menyusun lapisan secara berturut-terut untuk membangun model virtual digabungkan secara otomatis untuk membentuk susunan lengkap yg utuh. 
3.  Finishing
Pada tahap ini anda dapat menyempurnakan bagian-bagian kompleks yang bisa jadi disebabkan oleh over sized atau ukuran yang berbeda dari yang diinginkan. Teknik tambahan untuk menyempurnakan proses ini dapat pula menggunakan teknik multiple material atau material berbeda; multiple color atau kombinasi warna.





By: Linda Sisman

Monday, 4 February 2019

On 16:55 by Sisman UTM in ,    No comments
Hasil gambar untuk mesin pon

Mesin pon atau sering juga disebut dengan istilah mesin plong merupakan jenis mesin yang biasa digunakan untuk industri rumahan umumnya pada skala kecil dan menengah, seperti pengrajin alas kaki yaitu sandal jepit. Mesin pon berfungsi untuk memotong berbagai macam bahan, salah satunya yaitu eva spon yang dioperasikan tanpa menggunakan energi listrik alias secara manual. Selain tingkat resiko yang sangat minim dan perawatan yang sangat mudah, tidak perlu khawatir dengan tambahan biaya listrik, karena mesin pon ini dioperasikan secara manual, dan pemakai mesin pon (operator) masih akan tetap melakukan produksi tanpa harus pusing dengan adanya pemadaman listrik massal. Di Universitas Trunojoyo Madura, mesin pon ini hanya dapat dijumpai di Laboratorium Sistem Manufaktur Teknik Industri UTM. Mesin pon di sini digunakan untuk wirausaha sandal jepit custom untuk menunjang skill mahasiswa yang ingin menerapkan ilmu-ilmu yang didapat di perkuliahan untuk diaplikasikan di dunia luar. 

By : kang_purnomo20

Friday, 25 January 2019

On 15:59 by Sisman UTM in ,    No comments




PRODUKTIVITAS
Output : 1 unit mesin pengering
Input :
1.        Melamin putih     1 unit
2.        Komp AC            1 unit
3.        Klip pengunci       1 unit
4.        Kabel                    1 unit
5.        Besi                      10 unit
6.        Baut                     5 paket
7.        Kaca                     1 unit
8.        Handle pintu        1 unit

Produktivitas = (Output x Standard Time) / (Jumlah Tenaga Kerja x Waktu Kerja) x 100

Satuan dalam rumus :
Produktivitas : satuannya adalah Persen (%)
Output : satuannya adalaah Unit (pcs)
Standard Time : satuannya adalah Menit (minutes)
Jumlah Tenaga Kerja : satuannya adalah orang (person)
Waktu Kerja : satuannya adalah Menit (minutes)

Produktivitas = x 100 = 67,361 %

Video cara penggunaan mesin pengering (Dry Machine)


Tuesday, 31 July 2018

On 10:36 by Sisman UTM in ,    No comments
Image result for MESIN PLANNER
Kayu merupakan suatu material yang berkaitan erat dalam kehidupan kita sehari-hari. Banyak produk yang dapat dihasilkan dengan menggunakan material kayu sperti meja, kursi, almari dan lain sebagainya. Namun sebelum kayu terbentuk menjadi produk-produk tersebut ada banyak tahap yang harus dilewati salah satunya melalui tahap penyerutan untuk menghasilkan kayu yang halus. Dahulu alat serut kayu dikerjakan dengan manual memanfaatkan tenaga manusia. Alat yang digunakan berupa balok kayu yang dipasang pisau sebagai alat penyerut ditengah balok kayu tersebut. Namun dengan bertambahnya kemampuan manusia yang semakin maju dikembangkanlah sebuah alat yang dapat digunakan untuk menyerut kayu secara otomatis sehingga tenaga yang digunakan lebih efektif dan hasil dari penyerutan juga maksimal.

Alat penyerut otomatis tersebut salah satunya berupa mesin planner, alat ini dikendalikan menggunkan genggaman tangan dengan menyerutkan pada bagian kyu yang ingin diserut. Mesian planner memiliki komponen-komponen yang saling menunjang satu sama lain agar dapat dijalankan dengan baik. Komponen-komponen tersebut berupa saklar on/off, kabel dan steker listrik dan tombol putar pengatur kedalaman mata pahat (pisau) yang terpasang secara horizontal.
Sistem kerja mesin ketam adalah sebagai berikut :
1. Menyiapkan benda kerja berupa balok kayu yang akan diserut maupun dihaluskan.
2. Mengatur kedalaman mata pisau.
3. Memasang kabel penghubung stop kontak dan pastikan kabel dalam kondisi normal, aman, tidak melilit atau tertarik.
4. Menghidupkan mesin ketam dengan menekan tombol ON
5. Lakukan penyerutan dengan cara mengarahkan mesin ketam pada permukaan kayu dan kemudian sesuai dengan arah garis pada batang kayu mesin planner dijalankan, lakukan sampai permukaan kayu benar-benar halus sesuai kebutuhan yang akan digunakan.
6. Jika telah selesai matikan mesian dengan menekan tombol OFF.

Begitulah prosedur yang dapat dilakukan dalam menggunakan mesin planner ini. Beberapa kelebihan yang dimiliki yaitu menghemat tenaga karena operator hanya perlu menggerakkan alat pada media yang perlu diserut selain itu juga dapat menghemat waktu pengerjaan karena tenaga yang dikeluarkan tidak terlalu besar sehingga waktu istirahat juga dapat diminimalkan, namun untuk memperoleh kehalusan yang maksimal dapat dilakukan pengamplasan pada benda kerja. Kelemahan dari pada mesin planner ini yaitu mengeluarkan serbuk kayu sisa hasil penyerutan sehingga dapat mengotori lingkungan sekitar ditambah bila terdapat angin debu tersebut dapat beterbangan dan cukup berbahaya bagi pernafasan, sehingga penting untuk menggunakan peralatan K3 (Keselamatan dan Kesehaan Kerja) untuk meminimalisi resiko yang ada.







Monday, 16 July 2018

On 06:41 by Sisman UTM in    5 comments

Mesin gerinda (Grinding machine) adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk mengasah/memotong benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah batu gerinda berputar yang bersentuhan dengan benda.kerja sehingga dapat mengakibatkan pengikisan, penajaman, dan pemotongan. DiLaboratorium Sistem Manufaktur Universitas Trunojoyo sendiri terdapat berbagai alat atau mesin yang digunakan dalam proses produksi antara lain yaitu mesin gerinda. Mesin gerinda terdapat berbagai macam jenisnya antara lain:

1. Mesin Gerinda Tangan


Mesin gerinda tangan merupakan mesin yang berfungsi untuk menggerinda benda kerja. Awalnya mesin gerinda hanya untuk benda kerja berupa logam yang keras seperti besi dan stainless steel. Menggerinda dapat bertujuan untuk mengasah benda kerja seperti pisau dan pahat atau dapat juga bertujuan untuk membentuk benda kerja seperti merapikan hasil pemotongan, merapikan hasil las, membentuk lengkungan pada benda kerja yang bersudut, menyiapkan permukaan benda kerja untuk dilas, dan lain-lain.

2. Mesin Gerinda Potong


Mesin Gerinda Potong yaitu mesin pemotong benda dengan menggunakan pisau potong beupa batu gerinda yang tipis yang fungsinya untuk memotong benda kerja yang terbuat dari besi.
Prinsip kerja mesin ini hampir sama dengan mesin gerinda secara umumnya yaitu pisau potong ( Batu gerinda) berputar memotong benda kerja yang diam Kemudian dijepit dengan bantuan pencekam agar ketika melakukan pemotongan benda kerja tidak mudah bergerak sehingga hasil potongan sesuai dengan yang diinginkan.

3. Mesin Gerinda Duduk
Mesin gerinda duduk adalah Mesin gerinda yang digunakan untuk mengasah mata bor, tetapi juga dapat digunakan untuk mengasah pisau lainnya, seperti mengasah pisau dapur, golok, kampak, arit dan lain sebagainya. Selain untuk mengasah, gerinda duduk dapat juga untuk membentuk atau membuat perkakas baru, seperti membuat pisau khusus untuk meraut bambu, membuat suku cadang mesin jahit, membuat obeng, atau alat bantu lainnya untuk reparasi turbin dan mesin lainnya.