Universitas Trunojoyo Madura

TRANSLATOR

Monday 11 February 2019

On 23:53 by Sisman UTM in ,    No comments

Tahun ketahun teknologi semakin maju, dengan majunya suatu teknologi maka akan berdampak pada kegiatan yang dilakukan oleh manusia. Salah satunya sekarang manusia mencetak tidak sekadar hanya dikertas saja, namun sekarang manusia bisa mengaplikasikan imajinasinya dalam bentuk yang lebih nyata. 3D printer jawabannya, yaitu teknologi yang dikembangkan dalam mencetak suatu desain digital menghasilkan suatu produk nyata.

3D printer berbeda dengan printer biasa. 3D printer juga dapat bermanfaat bagi perusahaan, karena 3D printer bisa membuat prototype. 3D printer mempermudah desainer sebab sesudah mendesain objek 3D, desainer dapat langsung mencetaknya dan mengetahui langsung kekurangan yang ada pada desainnya tersebut.

Adanya 3D printer saat ini pembuatan objek 3D dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan mendetail. Selain itu, Dibanding dengan membuat objek secara manual, tentu saja dengan 3D Printer lebih efisien waktu. 3D printer memilki 2 jenis macam yaitu:
1. Direct And Binder Printer 3D
3D printer direct mempunyai cara kerja dengan menggunakan teknologi inkjet. Teknologi ini juga dipakai dalam printer 2D. Perbedaan antara teknologi pada 2D printer dan 3D printer yaitu printer 2D inkjet hanya bergerak maju mundur atau horizontal, sedangkan printer 3Dinkjet juga bisa bergerak vertikal ataupun diagonal sambil mengeluarkan cairan tetapi bukan tinta seperti printer 2D melainkan lilin dan polimer plastik. 
3D printer binder mempunyai cara kerja dengan menggunakan nozel inkjet dalam menuangkan cairan untuk membentuk setiap lapisa. Perbedaan dengan direct yaitu pada bahan yang digunakan dimana binder menggunakan dua bahan yang terpisah yaitu bubuk kering serta lem cair. Cara kerja pada binder pertama punuangan bubuk kering kemudian diberikan lem cair agar terjadi pengikatan. Begitu seterusnya hingga seluruh proses selesai. 
2. Photopolymerization Dan Sintering
Photopolymerization mempunyai mekanisme kerja dengan meneteskan cairan plastik lalu dilanjutkan dengan penyinaran laser berupa ultraviolet. Penyinaran yang terjadi merubah cairan menjadi bentuk padat. Sedangkan Printer 3D jenis sintering dalam proses kerjanya melibatkan partikel padat diberikan proses penyinaran. Dan proses semacam ini biasa disebut dengan Selective laser sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik yang kemudian mencair dan membeku kembali membentuk lapisan dicetak. Jenis sintering sangat kompatibel untuk mencetak benda yang berasal dari logam. Karena proses manufaktur pada logam sering membutuhkan mekanisme dari bentuk padat kemudian cair lalu padat lagi. Dan keuntungan yang dihasilkan dari proses sintering adalah tingkat presisi yang tinggi.

Cara kerja mesin 3D printer secara umum terbagi pada 3 tahapan proses yaitu :
1.  Model objek 3D
Model Objek 3D dibuat menggunakan software khusus untuk model desain 3D yang printernya mendukung contohnya seperti solidwork, catia, delcam dll.
2.  Proses Printing
Apabila desainnya sudah selesai langsung print di 3D printer. Kemudian proses pencetakan dimulai, lamanya proses pencetakkan ini tergantung dari besar dan ukuran model. Proses printing menggunakan prinsip dasar Additive Layer dengan rangkaian proses mesin membaca rancangan 3D dan mulai menyusun lapisan secara berturut-terut untuk membangun model virtual digabungkan secara otomatis untuk membentuk susunan lengkap yg utuh. 
3.  Finishing
Pada tahap ini anda dapat menyempurnakan bagian-bagian kompleks yang bisa jadi disebabkan oleh over sized atau ukuran yang berbeda dari yang diinginkan. Teknik tambahan untuk menyempurnakan proses ini dapat pula menggunakan teknik multiple material atau material berbeda; multiple color atau kombinasi warna.





By: Linda Sisman

0 comments:

Post a Comment